Asuransi Kesehatan Di Indonesia Terbaik Yang Ada

Asuransi Kesehatan Di Indonesia
Asuransi kesehatan sangat penting untuk diri sendiri dan juga keluarga. Asuransi kesehatan di Indonesia sudah sejak lama berdiri hingga masa kini. Asuransi juga sangat berguna untuk mengatur keuangan keluarga. Asuransi kesehatan adalah jenis asuransi untuk meringankan beban biaya kesehatan yang ditimbulkan oleh suatu individual dengan kata lain asuransi dapat membantu individual dalam biaya pengobatan. untuk mencari asuransi terbaik di indonesia yang sudah berdiri tentu saja kalian tidak mau salah pilih.

9 Hal yang harus di pertimbangkan dalam memilih asuransi adalah


  1. Cashless
    Dengan cashless, penggantian klaim menjadi lebih mudah. Saat masuk rumah sakit, anda tidak perlu membayar, namun cukup menyelesaikan tagihan dengan menggesek kartu asuransi. Tidak perlu bayar dimuka, yang kemudian masih harus di reimburse ke asuransi (repayment).
    Namun, cashless ini mensyaratkan rumah sakit tempat Anda dirawat sudah bekerjasama dengan pihak Asuransi karena rumah sakit harus memiliki dan memasang mesin untuk menggesek kartu asuransi. Jika tidak kerjasama, meskipun asuransi memiliki sistem klaim cashless, Anda terpaksa harus tetap membayar dimuka dan kemudian menyelesaikan dengan reimbursement.
  2. Jaringan Rumah Sakit Luas
    Klaim cashless tidak dapat dilakukan di rumah sakit yang tidak memiliki kerjasama dengan asuransi. Karena itu, pilih asuransi yang memiliki jaringan kerjasama dengan banyak rumah sakit. Pastikan rumah sakit langganan kamu (jika ada) bekerjasama dengan asuransi kesehatan yang akan dipilih.
  3. Plafond dan Premi yang Sesuai
    Idealnya plafond iuran pertanggungan kesehatan yang dipilih sinkron keinginan. Bila skema yang diambil lebih rendah, saat nanti dirawat inap, anda wajib  mengeluarkan biaya  tambahan buat menutupi kekurangan yang tidak dijamin iuran pertanggungan.
    Tentu saja, tingginya plafond bekerjasama lurus dengan besarnya asuransi. Makin mahal harga kamar rumah sakit, makin mahal preminya. Sesuaikan asuransi menggunakan kemampuan, jangan malah memberatkan keuangan anda. Wajib  siap trade-off antara iuran pertanggungan serta plafond. Meskipun tak jarang tidak mudah, sebab soal kesehatan, misalnya pemilihan kamar rumah sakit, orang lebih emosional dan  cenderung ingin nyaman dan  mengagumkan, yg implikasinya harga kamar yang mahal.
  4. Asuransi Kesehatan Murni
    Pilihlah iuran pertanggungan kesehatan yang berdiri sendiri, bukan ialah rider premi jiwa unit-link. Kenapa? Mahal. Pada unit-link, premi akan dibagi buat asuransi jiwa, investasi dan  baru iuran pertanggungan kesehatan. Porsi buat kesehatan sebagai mungil, sebagai akibatnya anda harus membayar lebih mahal buat menerima plafond lebih tinggi. Belum lagi, sejumlah potongan biaya  unit-link yang jumlahnya tak mungil, yg makin mengurangi iuran pertanggungan kesehatan.
  5. Prioritaskan Rawat Inap
    Biaya  kesehatan meliputi rawat jalan serta rawat inap. Sebaiknya fokuskan di premi yg menanggung porto rawat inap sebab perawatan ini yang biayanya paling akbar. Bila mempunyai uang lebih, bisa merogoh tambahan premi rawat jalan.
  6. Tanpa Limit Perawatan
    Terdapat limit atau plafond yang membatasi jumlah maksimum klaim biaya  kesehatan. Biasanya, iuran pertanggungan menerapkan 2 jenis limit, pertama artinya limit campuran seluruh perawatan serta ke 2 merupakan limit per perawatan. Contohnya, limit pertama membatasi campuran semua porto perawatan rp 250 juta dalam setahun, sementara limit ke 2 membatasi biaya  perawatan bedah rp 10 juta setahun, porto konsultasi rp 10 juta setahun serta seterusnya. Ada iuran pertanggungan yang hanya memakai limit pertama, terdapat yg hanya limit kedua dan  terdapat juga yg memakai ke 2 limit secara bersamaan. Sebaiknya pilih iuran pertanggungan yg menerapkan limit pertama, atau dengan istilah lain tidak membatasi biaya  per perawatan. Maksudnya supaya pemegang polis fleksibel berobat banyak sekali perawatan selama limit total masih ada. Premi yang membatasi dengan limit pertama dan  limit kedua, tentu saja, yang paling tidak ideal.
  7. Perhatikan Pembayaran Auto Debit Kartu Kredit
    Meskipun sepertinya memudahkan dan  umumnya iuran pertanggungan dibayar bulanan (jadinya terlihat lebih ringan), harap hati – hati melakukan pembayaran dengan auto-debit kartu kredit. Bila terpaksa menggunakan metode ini sebab premi tidak menyediakan cara lain pembayaran lain, pastikan Tahukah Anda kapan pembayaran dimulai dan  bagaimana prosesnya Bila ingin berhenti.
  8. Hindari Mengambil Asuransi Kesehatan via Telpon
    Tawaran premi kesehatan lewat tele-marketing mulai jamak bermunculan. Umumnya berafiliasi dengan penerbit kartu kredit. Terkait produk yg cukup kompleks, mirip asuransi ini, sebaiknya renungkan, analisa serta Bila sempat lakukan riset, sebelum mengambil keputusan. Karenanya, aku  tak menyarankan merogoh keputusan seketika ketika penawaran sang telemarketing. Aku  pernah mengalami sendiri cepat serta ringkasnya proses penawaran tersebut, sehingga banyak gosip detail yg tidak mampu disampaikan karena terbatasnya ketika. Bila memang tertarik dan  butuh ketika buat memikirkannya, bisa minta nomer hubungan pihak asuransi, yang nanti bisa anda hubungi ketika sudah siap.
  9. Masa Tunggu Penyakit
    Asuransi kesehatan mensyaratkan masa tunggu, beberapa penyakit tidak dapat dianggap selama jangka saat eksklusif semenjak lepas masa berlaku iuran pertanggungan. Contohnya, cigna memutuskan penyakit berikut baru mampu diklaim 12 bulan kemudian, yaitu asthma; tbc (tuberculosis); batu ginjal, saluran kemih serta kandung kemih; darah tinggi (hipertensi), jantung dan  pembuluh darah; kencing cantik (diabetes mellitus); vertigo; dan  lain – lain. Tanyakan ke pihak iuran pertanggungan penyakit apa yg masuk masa tunggu dan  berapa lama.
Setelah kalian memahami 9 hal sebelum memilih asuransi, saya akan memberikan 5 asuransi terbaik di Indonesia yang selanjutnya kalian bisa memilih sendiri asuransi manakah yang lebih cocok untuk diri kamu bahkan keluarga kamu.

5 Asuransi Kesehatan Di Indonesia Terbaik Yang Pernah Ada


1) Asuransi Mandiri Hospitalife

Asuransi Kesehatan ini merupakan hasil kerja sama antara AXA dengan Bank Mandiri. Kelebihan asuransi ini adalah karena dengan membayarkan premi selama 4 tahun saja namun akan mendapatkan pertanggungan dari perusahaan yang bersangkutan selama 12 tahun. Selain itu, uang premi yang Anda bayarkan akan dikembalikan 100% pada akhir masa pertanggungan. Asuransi ini memiliki 953 rekanan rumah sakit di seluruh Indonesia dan masa tunggu selama 14 hari.

Baca Juga : Keuntungan Asuransi Kesehatan Ganti Rugi

2) Allianz Smart Health Light Titanium

PT Asuransi Allianz merupakan bagian dari Allianz Group dan merupakan cabang cabang dari Allianz SE Jerman. Yang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang keuangan seperti asuransi dan manajemen aset yang berdiri tahun 1890 di Jerman. Di Indonesia sendiri  Allianz telah hadir sejak tahun 1981 namun untuk asuransi jiwa dan kesehatan didirikan pada tahun 1996. Saat ini perusahaan Allianz telah memiliki 2 juta tertanggung baik dari segmen individu maupun grup.

3) PT. Asuransi Jiwa SInarmas MSIG

Perusahaan asuransi ini merupakan anak perusahaan dari Sinar Mas Group, sebuah grup yang bergerak di berbagai bidang seperti properti dan keuangan. Perusahaan ini telah memiliki lebih dari 500000 nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan total premi Rp. 10,7 triliun di akhir tahun 2012.  Pada saat pertama kali berdiri, dinamakan PT. Asuransi Kerugian Sinar Mas Dipta. Kemudian pada tahun 1991 baru berubah menjadi PT. Asuransi Sinar Mas.

4) PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia merupakan anak perusahaan dari perusahaan Global yang melakukan bisnis di jasa keuangan dan manajemen aset yang berbasis di Kanada. Selain asuransi jiwa dan kesehatan bisnis lain dari Manulife sangat kuat di pengelolaan jasa keuangan dan aset manajemen. Dan saat ini Manulife  memiliki sekitar 26.000 karyawan di seluruh dunia. Di Indonesia perusahaan ini berdiri sejak tahun 1985.

5) PT. AIA Financial

Berdiri tahun 1983. Sempat berganti nama dari PT Asuransi Lippo Jiwa Sakti menjadi Lippo Life, kemudian AIG Lippo dan Setelah 80% sahamnya dimiliki American International Assurance, berubah nama menjadi AIA Financial. AIA Financial menawarkan berbagai produk asuransi mulai dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan diri, asuransi yang dikaitkan dengan investasi, termasuk asuransi dengan prinsip Syariah, maupun program kesejahteraan karyawan, program pesangon, dan program Dana Pensiun (DPLK).

Dari pembahasan di atas mungkin berguna bagi anda yang sedang kesulitan dalam memilih asuransi kesehatan di Indonesia. Jika ada pertanyaan mengenai artikel ini anda bisa meninggalkan komentar agar saya dapat mengetahui setiap pertanyaan yang anda ajukan.
Bagikan ke social media

0 komentar untuk artikel ini. Ingin berkomentar?

Kualitas dari hidup anda adalah kualitas dari komunikasi anda.

Emoticon Emoticon

Perlihatkan Semua Komentar Tutup Semua Komentar